kmana lagi arah mata angin yang kmarin
membisik dengan pelan menelusuri relung dalam
mimpikan hari-hari gersang yang kmarin juga kerontang
pundi yang dulu tegak kini tumpah isinya
buyarkan hasrat yang purba bergolak liar
bermandikan peluh anyir kemarin sore
membasahi muka nyinyir yang penuh jelaga abadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar