honda, menemukakan bahwa apa yang dia raih jangan di pandang sebagai kejadian yang luar biasa, tapi harus dilihat dari apa yang telah dia lakukan. Honda yang sekarang jadi seperti sekarang adalah merupakan kewajaran dari apa yang terjadi dari proses yang cukup lama. tapi yang menjadi bahan renungan bagi kita adalah kegigihan dia untuk berjuang dar satu kegagalan ke kegagalan yang lain.
pada intinya, melalui proses yang tidak sebentar honda membangun usaha atau korporasinya dalam proses yang jatuh bangun dan relatif cukup lama sampai pada tahap yang seperti sekarang ini.
Honda berkata janganlah dilihat dari keberhasilannya, tetapi lihatlah kegagalannya. Honda dalam membangun usahanya lebih banyak 99% gagal dan 1% keberhasilan. Renungkan!
Awal dari keberhasilan seseorang dimulai dari keinginan yang kuat untuk berjuang. Di samping kondisi untuk berperan aktif yang disertai kerja keras, kemauan dan dorongan dari diri sendiri. kondisi tersebut harus berjalan sebagaimana kita hidup dalam kancah pergulatan yang terus menerus tanpa henti.
Minggu, April 04, 2010
Rabu, Februari 03, 2010
Rebana adalah sejenis alat musik yang sudah lama dikenal. Sekarang ini banyak dikembangkan menjadi banyak jenis dan nama yang beragam pula, yang disesuaikan dengan daerah yang memanfaatkan jenis alat musik tersebut. Keberagaman ini menjadikan alat musik rebana banyak digunakan dan semakin populer. Centra industri musik rebana hubungi kami via email: gendutyusuf@gmail.com






PESAN SEKARANG JUGA........






PESAN SEKARANG JUGA........
Sabtu, Januari 23, 2010
SUDAH TERLANJUR
hati ini masih terperikan oleh bulir-bulir embun
yang merangas karena sinar mentari pagi
kebengalanku akan telusur-telusur hasrat yang terpendam
masih menyisakan benih suci menebar galau
ketika telah tumbuh menjadi sosok yang semakin dewasa
mungkin ini terakhir kali
aku menebar pesona palsu
menyibak di setiap hijab-hijab yang terlarang
pada ke'diam'an ini
yang mengorek luka akut merajam syaraf masivku
mimpi kembali menggerus arus dunia nyata
menjadi tempat bertanya
kemana lagi arah yang menoreh garis yang tegas
pada jalur hidupmatiku
arungi lagi dunia wadag
yang masih terlau terjal untuk kudaki
ada lagikah satu tempatku bernaung
berlindung dari derai air mata-air mata menghiba lemah
sedang aku sendiri telah lama lunglai
dan mulutku bergumam lirih
tak ada kecap air liurku yang telah lama mengerak
cinta?
asmara?
buyar terbang bersama angin ganjil
yang bertiup lamat-lamat
kabarnya embun sudah lama menutup diri
pada kesejukan yang sekejap
karena kabarnya embun bukan lagi air murni
yang menghapus dahaga
tapi air yang telah berubah menjadi fosil abadi
yang merangas karena sinar mentari pagi
kebengalanku akan telusur-telusur hasrat yang terpendam
masih menyisakan benih suci menebar galau
ketika telah tumbuh menjadi sosok yang semakin dewasa
mungkin ini terakhir kali
aku menebar pesona palsu
menyibak di setiap hijab-hijab yang terlarang
pada ke'diam'an ini
yang mengorek luka akut merajam syaraf masivku
mimpi kembali menggerus arus dunia nyata
menjadi tempat bertanya
kemana lagi arah yang menoreh garis yang tegas
pada jalur hidupmatiku
arungi lagi dunia wadag
yang masih terlau terjal untuk kudaki
ada lagikah satu tempatku bernaung
berlindung dari derai air mata-air mata menghiba lemah
sedang aku sendiri telah lama lunglai
dan mulutku bergumam lirih
tak ada kecap air liurku yang telah lama mengerak
cinta?
asmara?
buyar terbang bersama angin ganjil
yang bertiup lamat-lamat
kabarnya embun sudah lama menutup diri
pada kesejukan yang sekejap
karena kabarnya embun bukan lagi air murni
yang menghapus dahaga
tapi air yang telah berubah menjadi fosil abadi
Senin, Januari 18, 2010
MENUNGGU KEPUTUSAN-MU
Bagikan
Hari ini jam 17:57 | Sunting Catatan | Hapus
Kedirian ini telah menembus batas ketakmampuanku
menggali jejak-jejak kenistaan
ketakberdayaan atau kemalasan
yang memanjakan atau meninabobokan
suatu bentuk ketakberkemauan kerasku
masa kan hanya menunggu
jalan manakah yang kau tunjukkan padaku
agar terasa lempang perjuanganku tak sia-sia
perjuangan yang mana?
saat ini aku masih ongkang-ongkang
sambil menghayal jauh tinggi
menembus batas langit-langit
koridorMu masih terasa hitam buat aku ayunkan jejak
aahh aku cuma berkeluh
aku terlalu banyak protes
aku selalu komplain
aku suka menyerah
aku harus bergegas dalam kelam
menebus tirai-tirai yang menyeringai
karena aku ketakutan yang amat sangat
namun aku harus bisa mengoyak tabir itu
karena di belakangku ada jurang yang amat dalam dan membara
Bagikan
Hari ini jam 17:57 | Sunting Catatan | Hapus
Kedirian ini telah menembus batas ketakmampuanku
menggali jejak-jejak kenistaan
ketakberdayaan atau kemalasan
yang memanjakan atau meninabobokan
suatu bentuk ketakberkemauan kerasku
masa kan hanya menunggu
jalan manakah yang kau tunjukkan padaku
agar terasa lempang perjuanganku tak sia-sia
perjuangan yang mana?
saat ini aku masih ongkang-ongkang
sambil menghayal jauh tinggi
menembus batas langit-langit
koridorMu masih terasa hitam buat aku ayunkan jejak
aahh aku cuma berkeluh
aku terlalu banyak protes
aku selalu komplain
aku suka menyerah
aku harus bergegas dalam kelam
menebus tirai-tirai yang menyeringai
karena aku ketakutan yang amat sangat
namun aku harus bisa mengoyak tabir itu
karena di belakangku ada jurang yang amat dalam dan membara
Sabtu, Januari 16, 2010
WISATA KULINER
Bagikan
Hari ini jam 0:46 | Sunting Catatan | Hapus
Makan di luar identk sekali dengan perjalanan jauh. Apalagi dengan maksud mencari suasana baru, makan di luar, tentu punya arti tersendiri. Suasananya harus senyaman mungkin dan memberi rasa penyegaran yang baru. Kapan lagi kalau bukan waktu-waktu luang, semacam liburan panjang atau cuti. Bergegaslah untuk penuhi kebutuhan yang satu ini.
Tentunya mencari lokasi yang tepat gampang-gampang susah. Mengingat kemana arah perjalanan kita. Akan tetapi kalau sudah menemukan suatu tempat yang dirasa cocok, tentu mempunyai sensasi tersendiri. Makanan di sini tidak harus mahal, makan ala barat, atau oriental. Justru banyak yang tersaji dalam bentuk tradisional dan lokal. Warna tradisional dan lokal sekarang menjadi acuan bagi wisata kuliner. Karena kebanyakan konsumennya adalah para pelancong yang ingin kembali bernostalgia tentang asal muasalnya, yaitu sebagai orang yang berasal dari desa.
Para pelancong itu tak pernah lupa dengan 'kendesoannya'. Mereka merasa punya komitmen yang dijadikan bentuk pengakuan, bahwa mereka berasal dari desa danrata-rata telah sukses di kota tempat mereka berkarya.
.............................................................................................................................
Adakah yang ingin berpeluang di bisnis yang sedang berkembang sangat pesat ini? Banyak sekali rumah makan yang bermunculan mengais rizki dari trend yang sedang muncul, dan sepertinya akan menjadi keharusan bagi para pelancong untuk meluangkan waktunya untuk memenuhi hajat akan kerinduan makan ala kampung halamannya.
Ada banyak lokasi yang tersebar dengan suasana alam pedesaan yang sejuk, segar dan nyaman bagi keberadaan tentang nikmatnya menu masakan yang tersedia. ANDA BUTUH LOKASI?
Bagikan
Hari ini jam 0:46 | Sunting Catatan | Hapus
Makan di luar identk sekali dengan perjalanan jauh. Apalagi dengan maksud mencari suasana baru, makan di luar, tentu punya arti tersendiri. Suasananya harus senyaman mungkin dan memberi rasa penyegaran yang baru. Kapan lagi kalau bukan waktu-waktu luang, semacam liburan panjang atau cuti. Bergegaslah untuk penuhi kebutuhan yang satu ini.
Tentunya mencari lokasi yang tepat gampang-gampang susah. Mengingat kemana arah perjalanan kita. Akan tetapi kalau sudah menemukan suatu tempat yang dirasa cocok, tentu mempunyai sensasi tersendiri. Makanan di sini tidak harus mahal, makan ala barat, atau oriental. Justru banyak yang tersaji dalam bentuk tradisional dan lokal. Warna tradisional dan lokal sekarang menjadi acuan bagi wisata kuliner. Karena kebanyakan konsumennya adalah para pelancong yang ingin kembali bernostalgia tentang asal muasalnya, yaitu sebagai orang yang berasal dari desa.
Para pelancong itu tak pernah lupa dengan 'kendesoannya'. Mereka merasa punya komitmen yang dijadikan bentuk pengakuan, bahwa mereka berasal dari desa danrata-rata telah sukses di kota tempat mereka berkarya.
.............................................................................................................................
Adakah yang ingin berpeluang di bisnis yang sedang berkembang sangat pesat ini? Banyak sekali rumah makan yang bermunculan mengais rizki dari trend yang sedang muncul, dan sepertinya akan menjadi keharusan bagi para pelancong untuk meluangkan waktunya untuk memenuhi hajat akan kerinduan makan ala kampung halamannya.
Ada banyak lokasi yang tersebar dengan suasana alam pedesaan yang sejuk, segar dan nyaman bagi keberadaan tentang nikmatnya menu masakan yang tersedia. ANDA BUTUH LOKASI?
Rabu, Januari 13, 2010
TUNDUKKAN WAJAH
Bagikan
Hari ini jam 0:25 | Sunting Catatan | Hapus
pagi buta ada pemulung telah lama mengais yang berserakan
atau di terminal para pengasong berlarian
menjajakan satu nampan jajanan dari satu bis ke bis yang lain
dari kereta satu ke kereta yang lain
atau dua orang memikul satu almari untuk bisa terjual
daun pintu yang suka berkeliling kampung
atau vermak jeans, penjahit keliling atau tukang semir sepatu sekalipun
semua mulai meretas denyut urat syarafku yang lamis
tak ada kesombongan yang membanggakan
mau kemanapun hanya wujud kelemahan
yang terselimuti binar binar kesementaraan
wajah wajah wadag menuai mimpi pada logika timbal balik
persinggahan
mampir ngombe
bual bual yang tercetus dari mulut kerontang sesumbar pada dinding pejal
tak ada gema sebersitpun menimpali keberpihakkan pada ego yang cenderung narsis
pada rasa pengakuan tentang 'aku' bukan yang lain
semua butuh waktu
semua sampai waktu
semua ada waktunya
bopengmu akan tergambar di jidat polosmu yang terpantul dari wajah pucat terkapar
mimpimu terseret arus aneh yang meninabobokan keberpihakanmu
pada keberadaan tentang sesuatu yang tak termiliki selamanya
Bagikan
Hari ini jam 0:25 | Sunting Catatan | Hapus
pagi buta ada pemulung telah lama mengais yang berserakan
atau di terminal para pengasong berlarian
menjajakan satu nampan jajanan dari satu bis ke bis yang lain
dari kereta satu ke kereta yang lain
atau dua orang memikul satu almari untuk bisa terjual
daun pintu yang suka berkeliling kampung
atau vermak jeans, penjahit keliling atau tukang semir sepatu sekalipun
semua mulai meretas denyut urat syarafku yang lamis
tak ada kesombongan yang membanggakan
mau kemanapun hanya wujud kelemahan
yang terselimuti binar binar kesementaraan
wajah wajah wadag menuai mimpi pada logika timbal balik
persinggahan
mampir ngombe
bual bual yang tercetus dari mulut kerontang sesumbar pada dinding pejal
tak ada gema sebersitpun menimpali keberpihakkan pada ego yang cenderung narsis
pada rasa pengakuan tentang 'aku' bukan yang lain
semua butuh waktu
semua sampai waktu
semua ada waktunya
bopengmu akan tergambar di jidat polosmu yang terpantul dari wajah pucat terkapar
mimpimu terseret arus aneh yang meninabobokan keberpihakanmu
pada keberadaan tentang sesuatu yang tak termiliki selamanya
Senin, Januari 04, 2010
Antara Tuntutan Dan Keinginan
Bagikan
Hari ini jam 10:11 | Sunting Catatan | Hapus
Merunut keinginan yang terpendam dari sekian banyak tuntutan untuk maju. Seperti seorang enterpreneuer yang selalu stand by, all out dan all on time. Wah sepert apa yah sosok yang begitu disibukkan dengan bebagai macam peluang yang harus diraih agar jangan berlalu begitu saja. Ada orang yang benci dengan kemalasan, akan tetapi dia juga bingung mau mengerjakan apa? Sering sih, terlintas dalam benaknya? apaan tuh? dan berseliweran ide-ide yang cemerlang untuk diwujudkan menjadi sesuatu yang berguna dan menambah kocek yang terlanjur kosong.
Kembali pada keinginan yang harus terpenuhi untuk dilampiaskan pada suatu momen agar menjadi wujud lain yang punya nilai tambah dan tentunya juga nilai harga yang dibayar dengan uang. Dalam hal ini ide sudah barang tentu tak sekedar terpaku pada bayang-bayang ideal semata tanpa ada wujud realitas sebagai pengejawantahan? apaan lagi? yang tercetus dari sumber pemikiran yang matang.Perlu ada suatu tindakan dalam mengelola sumber pemikiran tersebut, sehingga apa yang diharapkan dan dicetuskan dapat tercipta sebuah karya terbaik sekaligus mempunyai nilai bagi diri sendiri dan orang lain
Lalu kaitannya dengan orang yang masih membutuhkan sesuatu untuk bisa dikerjakan agar bermanfaat. Dan tentunya punya nilai di mata orang lain dan berharap orang lain memberi suatu penghargaan karena ketertarikannya pada suatu karya dan berusaha mendapatkannya dengan suatu imbalan. Tak semudah menjentikkan jari tentunya. orang berkata "semua butuh proses dan perjuangan".
Nahh, memang ada suatu tuntutan yang mengharuskan seseorang untuk bergerak lebih agresif, gesit, tekun, bertekad dan maniak tak kenal diam. Akan tetapi kendala yang paling terasa adalah kemalasan untuk bertindak yang ujung-ujungnya putus harapan pada apa yang tak terkabul dari suatu ide yang digadang-gadang dapat membalikan status diri menjadi lain. Auk ah lap!
Bagikan
Hari ini jam 10:11 | Sunting Catatan | Hapus
Merunut keinginan yang terpendam dari sekian banyak tuntutan untuk maju. Seperti seorang enterpreneuer yang selalu stand by, all out dan all on time. Wah sepert apa yah sosok yang begitu disibukkan dengan bebagai macam peluang yang harus diraih agar jangan berlalu begitu saja. Ada orang yang benci dengan kemalasan, akan tetapi dia juga bingung mau mengerjakan apa? Sering sih, terlintas dalam benaknya? apaan tuh? dan berseliweran ide-ide yang cemerlang untuk diwujudkan menjadi sesuatu yang berguna dan menambah kocek yang terlanjur kosong.
Kembali pada keinginan yang harus terpenuhi untuk dilampiaskan pada suatu momen agar menjadi wujud lain yang punya nilai tambah dan tentunya juga nilai harga yang dibayar dengan uang. Dalam hal ini ide sudah barang tentu tak sekedar terpaku pada bayang-bayang ideal semata tanpa ada wujud realitas sebagai pengejawantahan? apaan lagi? yang tercetus dari sumber pemikiran yang matang.Perlu ada suatu tindakan dalam mengelola sumber pemikiran tersebut, sehingga apa yang diharapkan dan dicetuskan dapat tercipta sebuah karya terbaik sekaligus mempunyai nilai bagi diri sendiri dan orang lain
Lalu kaitannya dengan orang yang masih membutuhkan sesuatu untuk bisa dikerjakan agar bermanfaat. Dan tentunya punya nilai di mata orang lain dan berharap orang lain memberi suatu penghargaan karena ketertarikannya pada suatu karya dan berusaha mendapatkannya dengan suatu imbalan. Tak semudah menjentikkan jari tentunya. orang berkata "semua butuh proses dan perjuangan".
Nahh, memang ada suatu tuntutan yang mengharuskan seseorang untuk bergerak lebih agresif, gesit, tekun, bertekad dan maniak tak kenal diam. Akan tetapi kendala yang paling terasa adalah kemalasan untuk bertindak yang ujung-ujungnya putus harapan pada apa yang tak terkabul dari suatu ide yang digadang-gadang dapat membalikan status diri menjadi lain. Auk ah lap!
Langganan:
Postingan (Atom)
