Senin, Desember 28, 2009

KEMILAU
Bagikan
20 Desember 2009 jam 12:47 | Sunting Catatan | Hapus
kembara ini tak berujung pangkal pada pokok dahan
yang bercabang menuju langit tak berakhir
ketika melihat surut ke belakang merunut kisah
yang tertuang dalam masa lalu masa kini
hari ini masih menunggu badai mereda
dalam kening yang mengerucut menahan pening
hanya ada kemilau yang menuntun
kemana aku berjejak dalam langkah yang masygul

kembara ini masih mencari figur
yang musnah beberapa kurun yang silam
tersaruk aku menatap bayangan fana
mendera dinding dinding kedap nurani
yang bebal menyimak suara suara lembut
dari ruh ruh yang diberkahi
terasa muskill memahami kidung kidung pujian atasMu
yang mengumbar denting denting cahaya
pada dian
yang minyaknya memancarkan cahaya itu sendiri

kembara pada bumi yang sempit ini memehami gubahan
yang menyesatkan pandang kasat mata
namun ketika terjerumuskan pandang
pada kehidupan yang nanar
sungguh sangat terjerembab
pada kepundan maksiat penuh bersak nanah dan bopeng
tak tertuntun cahaya yang lingsir
bersama lenyapnya matahati yang telah redup
adakah yang setitik cahaya itu
menuntun dari keterjerembaban yang melebam?

Tidak ada komentar: