Antara Tuntutan Dan Keinginan
Bagikan
Hari ini jam 10:11 | Sunting Catatan | Hapus
Merunut keinginan yang terpendam dari sekian banyak tuntutan untuk maju. Seperti seorang enterpreneuer yang selalu stand by, all out dan all on time. Wah sepert apa yah sosok yang begitu disibukkan dengan bebagai macam peluang yang harus diraih agar jangan berlalu begitu saja. Ada orang yang benci dengan kemalasan, akan tetapi dia juga bingung mau mengerjakan apa? Sering sih, terlintas dalam benaknya? apaan tuh? dan berseliweran ide-ide yang cemerlang untuk diwujudkan menjadi sesuatu yang berguna dan menambah kocek yang terlanjur kosong.
Kembali pada keinginan yang harus terpenuhi untuk dilampiaskan pada suatu momen agar menjadi wujud lain yang punya nilai tambah dan tentunya juga nilai harga yang dibayar dengan uang. Dalam hal ini ide sudah barang tentu tak sekedar terpaku pada bayang-bayang ideal semata tanpa ada wujud realitas sebagai pengejawantahan? apaan lagi? yang tercetus dari sumber pemikiran yang matang.Perlu ada suatu tindakan dalam mengelola sumber pemikiran tersebut, sehingga apa yang diharapkan dan dicetuskan dapat tercipta sebuah karya terbaik sekaligus mempunyai nilai bagi diri sendiri dan orang lain
Lalu kaitannya dengan orang yang masih membutuhkan sesuatu untuk bisa dikerjakan agar bermanfaat. Dan tentunya punya nilai di mata orang lain dan berharap orang lain memberi suatu penghargaan karena ketertarikannya pada suatu karya dan berusaha mendapatkannya dengan suatu imbalan. Tak semudah menjentikkan jari tentunya. orang berkata "semua butuh proses dan perjuangan".
Nahh, memang ada suatu tuntutan yang mengharuskan seseorang untuk bergerak lebih agresif, gesit, tekun, bertekad dan maniak tak kenal diam. Akan tetapi kendala yang paling terasa adalah kemalasan untuk bertindak yang ujung-ujungnya putus harapan pada apa yang tak terkabul dari suatu ide yang digadang-gadang dapat membalikan status diri menjadi lain. Auk ah lap!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar