TUNDUKKAN WAJAH
Bagikan
Hari ini jam 0:25 | Sunting Catatan | Hapus
pagi buta ada pemulung telah lama mengais yang berserakan
atau di terminal para pengasong berlarian
menjajakan satu nampan jajanan dari satu bis ke bis yang lain
dari kereta satu ke kereta yang lain
atau dua orang memikul satu almari untuk bisa terjual
daun pintu yang suka berkeliling kampung
atau vermak jeans, penjahit keliling atau tukang semir sepatu sekalipun
semua mulai meretas denyut urat syarafku yang lamis
tak ada kesombongan yang membanggakan
mau kemanapun hanya wujud kelemahan
yang terselimuti binar binar kesementaraan
wajah wajah wadag menuai mimpi pada logika timbal balik
persinggahan
mampir ngombe
bual bual yang tercetus dari mulut kerontang sesumbar pada dinding pejal
tak ada gema sebersitpun menimpali keberpihakkan pada ego yang cenderung narsis
pada rasa pengakuan tentang 'aku' bukan yang lain
semua butuh waktu
semua sampai waktu
semua ada waktunya
bopengmu akan tergambar di jidat polosmu yang terpantul dari wajah pucat terkapar
mimpimu terseret arus aneh yang meninabobokan keberpihakanmu
pada keberadaan tentang sesuatu yang tak termiliki selamanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar