Kuingin kembali lagi di pelataran sunyi
saat itu, semua manusia berhambur raib entah kemana
saksi bisu bagi diskusi seru tentang rasa dalam nafasnafas
pada pergumulan tumpang tindih menimang tanya
ingatan masih melekat kuat, segelas dingin teh manis merekat kesumat
duhai, manisnya sua melahir cerita, cinta dan tikaman rindu
kutelusuri ranting yang terbawa angin, hanya berkutat pada geletar
debar puisi mengisi ruang hati, membagi desah-risau
persandingan rasa, persaingan masa, tanda tanya.. sesak sekali di dada
kemanjaan mencocok hidungku mengikuti hembusan nafas
melarung ingatan di laut lepas, tak juga meretas
lalu rebahlah pada sandaran, mengelabui lampu dari kilaunya
021113
Tidak ada komentar:
Posting Komentar